Cewek tomboy itu bukan karena keturunan, juga bukan penyakit menular (hehehe ngelantur deh). Maksudnya, cewek tomboy tuh emang bukan karena adanya faktor genetik atau semacam penyakit.
Terus, apa dong yang bikin tren cewek tomboy in marak? Ehm, munculnya fenomena cewek tomboy karena dibentuk oleh lingkungan, Non. Faktor keluargaa yang cenderung bebas. Misalnya aja, ortu membiarkan alias nggak ngasih arahan buat anaknya yang cewek. Mereka mau jadi tomboy atau feminin, itu bukan menjadi perhatian ortu. Walah?
Sobat muda muslim, cewek tomboy juga bisa dibentuk atau tepatnya terbentuk dari pergaulan yang salah. Misalnya aja, ia merupakan perempuan satu-satunya di tengah saudara-saudaranya yang cowok semua. Jadi deh, perempuan di sarang penyamun, eh, di sarang cowok.
ndiri (hihihi, iya dong, kan kakak-adiknya cowok semua. Kalo cewek kan cantik. Kalo cowok baru ganteng)
Anak cewek yang hidup di lingkungan keluarga yang saudaranya cowok semua, pola pergaulannya akan dominan terpengaruh gaya cowok tuh. Mulai berpakaian sampe gaya nongkrongnya (hehehe..bukan nongkrong di WC, tapi tampilannya maskulin banget).
Nah, selain dua kondisi di atas, cewek tomboy bisa juga hasil bentukan dan didikan keluarga karena memandang bahwa jadi cowok itu jauh lebih oke dan bergengsi daripada jadi cewek. Ada lho keluarga yang begini. Anak cewek sama cowok diperlakukan beda ama ortu dan juga lingkungan. Beda dalam pengertian memuji salah satu dan mengkerdilkan peran salah satunya. Jadilah yang terlahir sebagai cewek nggak pede dengan kodratnya dan memilih bertingkah sebagai cowok. Sebaliknya, sangat boleh jadi ada anak cowok yang minder punya otot kawat balung wesi (Gatot Kaca kali!), akhirnya memilih dan enjoy dengan gaya feminin kayak Si Ongky yang jadi suaminya Rohaye di sinetron Kecil-kecil Jadi Manten.
Sobat muda, ibarat banyak jalan menuju Roma, maka munculnya cewek tomboy bisa juga karena tren. Banyak banget tuh para cowok suka sama style cewek tomboy. Dengan alasan kalo cewek tomboy lebih enak diajak gaul daripada yang cewek beneran, atau orangnya nggak terlalu rewel dan nggak manja. Bisa menghidupkan segala suasana pergaulan. Sehingga cewek yang awalnya nggak tomboy, tapi karena tuntutan jaman dan tren akhirnya mulai coba-coba untuk bergaya tomboy. Mulai deh pake celana jins dan kaos oblong, topi dipakai terbalik kayak abang becak. Udah gitu, maennya sama cowok mulu. Sampe-sampe tertawa, berbicara, dan bergaya pun ala cowok agar sebutan cewek tomboy melekat pada dirinya. Duileeeأ¢â‚¬آ¦
Tapi, jadi cewek tomboy membawa konsekuensi tersendiri lho. Ada yang cuma gayanya aja kayak cewek tomboy, tapi diputusin cowoknya tetep nangis Bombay. Ih..jijay banget kan? Atau gayanya sok cowok, tapi ternyata pas ada cowok kiyut lewat, matanya tetep aja ijo. Itu mah cewek banget atuh.

Cewek tomboy atopun cowok feminim sbnrnya itu hanya merupakan kepribadian belaka, dia tdk pernah meninggalkan kodratnya sbg cw/cwo…”Mungkin” terbentuk oleh pengaruh lingkungan … tp tetep keluargapun berperan terbentuknya sifat seperti itu..
berikut Iman dan Taqwanya…
Jadi yg paling,sangat,amat berperan adalah individunya…
cewek tomboy, why not
yang penting jangan menonjolkan sensualitasnya
yg bs bikin cowok2 pd jelalatan
nah. kalau sudah begini akan kita rasakan benar manfaat lain dari jilbab bagi perempuan beriman. karena meskipun ada faktor genetik yang ikut berperan, toh peran ortu dalam mendidik anak kan jadi faktor dominan, dalam hal ini termasuk bagaimana ortu memilihkan jenis lingkungan yang safety bagi anak-anaknya. kullu mauluudin yuladu ‘alal fitroh….(al hadits)
Jadi,bagusan mana antara cwe feminin or cwe tomboy?????